Ada yang Gemar Hambur – Hamburkan Duit Rakyat!

Sesungguhnya pemilu berbiaya tinggi memang tidak kita harapkan. Pemilu biaya tinggi sesungguhnya harus dilihat sebab akibatnya. Biasanya sebuah proyek berbiaya tinggi diakibatkan oleh lemahnya pembuat kebijakan, yang memutuskan bagaimana sebuah produk akan dihasilkan.Berdasarkan data dari KPU, pemilu tahun 2004 hanya membutuhkan dana sekitar 4,4 triliun. Sedangkan pemilu tahun 2009 nanti diperkirakan akan mengeluarkan dana sekitar 47 triliun. Selisihnya sangat banyak, 10 kalilipat lebih. Sungguh terlalu… Sepertinya ada yang gemar menghambur – hamburkan uang rakyat?

Demokrasi sepertinya harus dibayar begitu mahal. Tak hanya proses panjang yang membutuhkan martil korban jiwa, tapi juga biaya finansial. Untuk penyelenggaraan Pemilu 2009 KPU merinci dana Rp 3,8 triliun dari APBN dan tambahan dari instrumen APBD Rp 600 miliar.dlink__2Fdownload_

Maju Tak Gentar. Membela yang benar. Maju tak gentar. Hak kita diserang… Seharusnya lagu ini menjadi media bagi masyarakat untuk menurunkan anggaran pemilu tahun 2009 nanti. Dana 10 kalilipat dari pemilu tahun sebelumnya terlalu tinggi, padahal itupun komputer yang digunakan masih pakai bekas komputer tahun 2004 yang diupgrade. Sayang sekali… Nampaknya hutang negara semakin kian menumpuk.

16 Juni 2009 at 20:07 Tinggalkan komentar

Hasil Undian Nomor Urut Capres – Cawapres Pada Pemilu 2009

Setelah pengundian nomor urut Capres – Cawapres untuk pemilu tahun ini, ternyata pasangan Megawati dan Prabowo menempati nomor urut pertama. Sedangkan pasangan SBY dan Boediono menempati nomor urut kedua. Nomor urut terakhir ditempati oleh pasangan JK dan Wiranto.

Dalam pemilu – pemilu sebelumnya, nomor urut Capres  – Cawapres sangat mempengaruhi banyaknya perolehan suara. Nampaknya, pada pemilu tahun ini nomor urut tidak mempengaruhi pilhan masyarakat. Dulu, pasangan Capres – Cawapres yang menempati nomor urut pertama biasanya memperoleh suara terbanyak.

Disini masyarakat terlihat kurang mengetahui visi dan misi dari pasangan Capres – Cawapres yang mereka pilih. Kebanyakan masyarakat berfikir bahwa yang menempati nomor urut pertama adalah pasangan Capres – Cawapres yang utama atau unggul. Padahal pada kenyataanya nomor urut pertama tidak ada hubungannya dengan unggulnya kualitas calon pemimpin bangsa ini. Dengan adanya sosialisasi tentang pemmilu nampaknya masyarakat sudah mulai sadar akan hal tersebut.  Kalau masyarakat hanya liat nomor urut, sepertinya percuma diadakan pemilu. Dengan demikian sia – sia anggaran yang sudah dikeluarkan untuk pemilu. Padahal tidak sedikit biaya yang dikeluarkan, sampai bertriliun – triliun. Bukannya lebih berguna untuk nutup hutang Negara?

16 Juni 2009 at 12:12 Tinggalkan komentar

Bangkitlah Bangsaku

Sekarang ini lagi ramai – ramainya para calon pemimpin bangsa mengumbarkan visi dan misinya, mengumbarkan janji – janjinya. Kedepannya, masyarakatpun tak tahu apakah janji itu akan ditepati atau hanya janji palsu. Lima tahun merupakan waktu yang sangat singkat untuk memajukan bangsa ini. Namun jika dalam waktu lima tahun kepemimpinan bangsa ini baik, setidaknya Indonesia yang tadinya hanya sebagai Negara berkembang mulai merangakak menjadi salah satu Negara maju. Lima tahun terakhir, kepemimpinan bangsa ini mulai membaik. Hal ini terbukti dari banyak tertangkapnya raja – raja tikus yang telah menggerogoti uang bangsanya sendiri. Namun tetap saja kemiskinan masih merajalela. Sosok SBY yang berwibawa membuat banyak orang simpatik. Terbukti setiap saya berkunjung ke situs internet, banyak yang memberikan dukungan kepada SBY. Semoga saja pemimpin berikutnya dapat membuat bangsa ini bangkit. Amin… Semangat 45 yang dulu tidak boleh luntur!! Bangkitlah Bangsaku!! Inilah teriakan – teriakan yang sering digembar – gemborkan para calon pemimpin bangsa.

15 Juni 2009 at 11:56 Tinggalkan komentar

Mari Belajar Nyontreng

Sudah saatnya warga negara Indonesia menentukan sendiri wakil rakyatnya di DPR,  bukan menyerahkan kepada partai politik untuk memilihkan wakil rakyat yang akan ditempatkan di kursi DPR. Memilih dengan mencontreng nama caleg merupakan pencerminan dari perwujudan kedaulatan rakyat. Artinya, rakyat berdaulat untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin Negara ini, menjadi wakil rakyat untuk duduk di lembaga perwakilan tepatnya. Saat hendak mencontreng, pilihlah caleg yang sudah benar – benar anda kenal. Jika belum ada yang dikenal, sebaiknya anda mencari info terlebih dahulu tentang para calon legislatif. Pada intinya, ditengah ramainya gembar – gembor para caleg, masyarakat juga harus ikut aktif. Jangan diam dan pasrah terhadap keadaan. Ditakutkan rakyat akan menyesal kelak, karena telah memillih caleg yang salah,, yang hanya mengobral janji,, kenyataannya kosong. Ternyata, ada Undang-Undang yang mengatur tentang mekanisme perubahan pilihan. Jadi kalo sudah nyontreng sekali, ya tidak boleh dirubah lagi. Payah juga ya.. Soalnya tidak semua ingin rubah sana sini, tapi seandainya emang bener – bener salah nyontreng gimana ya?? Peraturan itu tercantum dalam Undang – Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR RI, DPD, dan DPRD tidak mengakomodasi mekanisme perubahan pilihan pemilih dalam surat suara. Jadi, kita harus berhati – hati ketika menyontreng dalam pemilu besok. Saya sendiri belum pernah nyontreng, belum punya pengalaman pribadi. Pilihlah sesuai hati nurani, jangan hiraukan sana – sini!

15 Juni 2009 at 11:47 2 komentar

Pemilu Memilukan

memilukan

memilukan

Pemilu dan Pilkada juga melelahkan. Secara umum rakyat Indonesia harus mencoblos atau mencontreng 3 hari sekali dalam Pemilu atau Pilkada. Belum lagi kalau terjadi sengketa, konflik dan anarkisme akibat Pilkada. Pemilu selama ini diharapkan mampu membawa perubahan. Nyatanya, Pemilu dan demokrasi tidak membawa perubahan apapun. Janji-janji yang disampaikan oleh parpol peserta Pemilu, caleg, capres dan cawapres akhirnya terbukti hanya pepesan kosong. Demokrasi sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat itu hanyalah omong kosong. Memang betul mereka dipilih oleh rakyat, dan dari rakyat, tetapi jangan berharap mereka memperjuangkan kepentingan rakyat. Pemilu sebagai proses perubahan juga hanyalah omong kosong. Nyatanya, Pemilu sudah berlangsung berkali-kali, tetapi nasib rakyat tidak pernah berubah. Dari jauh tampak indah, ternyata setelah dekat, semuanya kosong.

9 Juni 2009 at 21:35 Tinggalkan komentar

Pemilu Membawa Maut

Pemilu Indonesia 2009 ini memang menyisakan banyak cerita, entah itu cerita yang membuat hati ini miris melihat kelakuan para caleg yang mati-matian berjuang mendapatkan kursi DPR, saling sindir antar parpol, dan masih banyak lagi. Para elit politik saling berebut kursi kepresidenan. Liat saja video lucu ini.

9 Juni 2009 at 21:08 1 komentar


Arsip

Hancurkan KETAKUTAN

Pemilu

Kategori

 

Januari 2012
S S R K J S M
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Blog Stats

  • 142 hits
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.