Mari Belajar Nyontreng
15 Juni 2009 at 11:47 2 komentar
Sudah saatnya warga negara Indonesia menentukan sendiri wakil rakyatnya di DPR, bukan menyerahkan kepada partai politik untuk memilihkan wakil rakyat yang akan ditempatkan di kursi DPR. Memilih dengan mencontreng nama caleg merupakan pencerminan dari perwujudan kedaulatan rakyat. Artinya, rakyat berdaulat untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin Negara ini, menjadi wakil rakyat untuk duduk di lembaga perwakilan tepatnya. Saat hendak mencontreng, pilihlah caleg yang sudah benar – benar anda kenal. Jika belum ada yang dikenal, sebaiknya anda mencari info terlebih dahulu tentang para calon legislatif. Pada intinya, ditengah ramainya gembar – gembor para caleg, masyarakat juga harus ikut aktif. Jangan diam dan pasrah terhadap keadaan. Ditakutkan rakyat akan menyesal kelak, karena telah memillih caleg yang salah,, yang hanya mengobral janji,, kenyataannya kosong. Ternyata, ada Undang-Undang yang mengatur tentang mekanisme perubahan pilihan. Jadi kalo sudah nyontreng sekali, ya tidak boleh dirubah lagi. Payah juga ya.. Soalnya tidak semua ingin rubah sana sini, tapi seandainya emang bener – bener salah nyontreng gimana ya?? Peraturan itu tercantum dalam Undang – Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR RI, DPD, dan DPRD tidak mengakomodasi mekanisme perubahan pilihan pemilih dalam surat suara. Jadi, kita harus berhati – hati ketika menyontreng dalam pemilu besok. Saya sendiri belum pernah nyontreng, belum punya pengalaman pribadi. Pilihlah sesuai hati nurani, jangan hiraukan sana – sini!
Entry filed under: Pemilu. Tags: .
2 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
wonderpics | 17 Juni 2009 pukul 19:21
Kenapa sich sekarang harus pake nyonterng segala…..!!!!!
Bukannya itu malah tambah susah yachhhh…….
Mana kertasnya panjang banget lagi…Ksaihan buat orang tua yang udah renta…Mereka jadi malah tambah pusingggg…….
2.
titiis | 18 Juni 2009 pukul 10:54
nyontreng kan biar masyarakat bisa menyalurkan aspiranya… Itu Presiden kan yang milih kita, tentuin pilihan yang tepat. Biar ga nyesel nantinya. Ok Ok.